VIVA- Wakil Ketua DPR Fadli Zon kembali membuat puisi bertema sosial politik. Kali ini, politikus Gerindra tersebut sengaja menulis puisi berjudul 'Menonton Kedungungan' khusus untuk orang-orang yang selalu beda pendapat dengannya. "Puisi untuk cebongers," kata Fadli Zon, saat dikonfirmasi VIVA, Rabu, 6 Desember 2017. Karikaturuntuk Bapak Presiden Jokowi; Pernyataan Joe Biden yang mengatakan Jakarta akan Karam, bisa berupa sindiran, bahwa Pemerintah Jokowi telah Karam Karena Covid-19. Jadi pertanyaan Joe Biden jangan dianggap remeh atau padangan yang sempit, tetapi bisa saja mempunyai arti yang sangat luas di belakangnya. Puisi: Kau Adalah Puisi Pemerintahpusat dengan sangat mudahnya mengambil segala apa yang ada di Riau, khususnya Sumber Daya Alam. Puisi ini seakan berisikan sindiran-sindiran untuk para penguasa, dalam hal ini pemerintah. Misalnya tanah subur dan gedung-gedung megah tersimpan perih dan derita masyarakat jelata yang tak bisa berbuat apa-apa. Untukmengkaji l ebih dalam mengenai kritik sosial yang terdapat pada puisi-puisi karya W.S Rendra, peneliti meneliti beberapa 3 puisi W.S Rendra yang mengandung kritik sosial. Pe nelitian ini SindiranKeras Putra Daerah Papua Untuk Pemerintah. Tim NN. 21 Nov 2017. NUSANTARANEWS.CO - Operasi pembebasan warga di dua desa di distrik Tembagapura, Mimika, Papua Jumat (17/11/2017) lalu telah sukses dilaksanakan. Namun keberhasilan pembebasan sandera ini meninggalkan bekas berupa kritik dan sindirian kepada pemerintah. Yakinlah. Tuhanpun tau akan harapan rakyatmu. Mari semua bersatu. Slalu berusaha dan juga berdo'a kepada Tuhan. Semoga keajaiban segera datang. Itulah puisi kritikan untuk pemimpin Indonesia, semoga apa yang hida bagikan ini bermanfaat untuk semuanya dan apa yang termuat dalam puisi ini dapat didengar oleh para elit negeri. KQ0Sm. Dalam berbahasa kita mengenal bahasa secara langsung maupun bahasa kiasan. Baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam karya sastra. Karya sastra bahasa kiasan lebih banyak dipakai. Hal ini merupakan salah satu unsur keindahan. Bahasa kiasan merupakan bahasa tak langsung. Dan gaya bahasa ini disebut dengan majas. Majas digunakan untuk memperindah dan memberikan efek-efek tertentu pada bahasa. Dengan menggunakan majas maka bahasa yang digunakan akan tampak lebih hidup. Ada berbagai macam jenis majas. Misalnya majas perbandingan, majas pertentangan, majas pertautan. Dan kali ini kita akan belajar mengenai majas sindiran. Majas sindiran adalah majas yang menggunakan kata-kata secara tidak langsung dengan tujuan untuk menyindir. Sindiran tersebut bisa secara halus maupun secara vulgar. Oleh karena itu majas sindiran pun memiliki beberapa macam. Bagian yang merupakan majas yang vulgar dan sebagiannya lagi merupakan majas sindiran halus. Majas jenis ini juga sering digunakan dalam percakapan sehari-hari. Begitu juga dalam penyampaian di media massa. Apalagi di dalam sebuah karya sastra. Macam-Macam Majas Sindiran Ketika mempelajari majas sindiran kita disuguhi tiga macam jenis majas. Diantaranya adalah majas ironi majas, sarkasme, dan majas sinisme. Ada juga yang memasukkan dua macet lainnya kedalam majas sindiran. Majas tersebut adalah majas innuendo dan majas satire. Jadi secara garis besar majas sindiran terdiri Majas Ironi Majas sarkasme Majas sinisme Majas innuendo Majas satire. Itulah kelima jenis majas sindiran. Sekarang kita akan mempelajari pengertian dari masing-masing majas tersebut. 1. Majas Ironi Majas ironi adalah majas sindiran yang menggunakan kata-kata yang berlawanan dari yang dimaksud. Contoh yang terkenal “Tulisan kamu indah sekali sampai-sampai aku tidak bisa membacanya.” Kata-kata “indah” di sini dipakai sebagai kata sindiran. Makna dari Indah adalah sesuatu yang sangat menarik dan pasti bagus. Akan tetapi pada kalimat diatas kata “indah” digunakan untuk menunjukkan sesuatu yang “buruk atau jelek”. Jadi kalimat yang dimaksud adalah “ Tulisan kamu jelek sekali sampai-sampai tidak bisa dibaca.” Berikut ini adalah contoh-contoh dari majas ironi yang merupakan majas sindiran. Contoh Majas Sindiran Ironi Bersih sekali rumahnya seperti kapal pecah. Warga sangat pandai mengotori lingkungan ini. Pemerintah telah sukses membuat harga pokok melambung tinggi. Dandananmu bagus sekali seperti ondel-ondel kecebur kali. Badanmu kurus sekali seperti gajah kebanyakan makan. Keluarga itu sangat akur. Tiada hari tanpa pertengkaran. Pakaianmu sopan sekali sampai-sampai aku malu melihatnya. Kata-katamu memang sopan sampai-sampai banyak orang sakit hati. Gigimu manis sekali terlihat kuning bagaikan emas. Badannya wangi sekali. Pasti jarang mandi. 2. Majas Sarkasme Menurut KBBI majas sarkasme adalah penggunaan kata-kata pedas untuk menyakiti hati orang lain; cemoohan atau ejekan kasar. Pada majas sarkasme sindiran dilakukan secara langsung. Bahkan pada gaya bahasa ini terlihat begitu vulgar. Sebaiknya penggunaan bahasa sarkasme sebisa mungkin dihindari. Kenapa bahasa ini menunjukkan bahwa seseorang tidak memiliki sopan dan santun. Kata-kata dalam sarkasme menunjukkan kata kecewa, kesal, marah, dan sejenisnya. Contoh majas sindiran sarkasme Dasar orang gak pernah sekolah! Nggak ngerti sopan santun! Memangnya kamu nggak punya telinga? Dibentak baru menjawab? Dasar kambing congek! Ditanya nggak ngerti apa. Dasar penghianat! Kusangka teman ternyata kau adalah lawan. Kau betul-betul wanita hina! Menjual dirimu murah kali. Bagaimana aku selera masakannya saja sudah bau tengik? Laganya saja sombong padahal rumahnya seperti kandang ayam. Aku memang merasa jijik yang ingat semua kelakuanmu itu! Rasanya ingin muntah mendengar engkau berbicara. Mungkin dia didikan setan. Punya hati sama sekali. Terlihat pada majas sindiran sarkasme terdapat umpatan, kekesalan, kekecewaan, penghinaan. Pada sebab itu sebaiknya majas ini tidak dipakai dalam bercakap-cakap. 3. Majas Sinisme Majas sinisme adalah majas yang menggunakan lawan kata yang berkualitas si buruk untuk memperkuat maksud. Misalnya “Wajahnya saja kelihatan baik tapi hatinya busuk.” Pada kalimat di atas ada 2 kata kata yang berlawanan secara makna. Yaitu kata “baik” dan “busuk.” Kata “busuk” merupakan lawan dari makna kata “baik”. Pada kata tersebut ditekankan sesuatu yang sangat buruk. Padahal dengan menggunakan kalimat lain maka kalimat tersebut tidak terlalu kasar. Seperti, “Wajahnya saja kelihatan baik, tapi hatinya tidak.” Pada kalimat di atas tidak terasakan konotasi yang sangat buruk. Berikut ini beberapa contoh lainnya dari majas sindiran sinisme. Contoh majas sindiran sinisme Wajahnya cantik tapi hatinya busuk. Kata-katanya manis. Namun di hatinya banyak racun mematikan. Kata-katanya memang sangat puitis. Tapi sebenarnya dia adalah buaya darat yang berengsek. Orangnya memang dermawan tapi mulutnya sangat pedas. Kamu sudah berkepala empat. Seharusnya sudah pandai menata kata. Untuk apa berdandan seperti malaikat tapi hatinya bagaikan setan. Memang lulusan S2. Makanya sangat pandai bersilat lidah. Orang memandangnya dia orang kaya. Tapi miskinnya luar biasa sampai meminta-minta. Dia memang sangat rendah hati kalau menjilat kepada atasannya saja. Siapa bilang dia orang bodoh. Dia sangat pintar menipu teman-temannya. 4. Majas Innuendo Majas innuendo adalah majas sindiran yang bertujuan untuk mengecilkan arti sesuatu atau merendahkan. Majas innuendo merupakan salah satu majas yang jarang dibahas. Sebagian orang memasukkan innuendo ke dalam majas ironi. Mari kita pelajari salah satu majas sindiran ini. Contoh Majas Sindiran Innuendo Pantas saja dia juara 1. Jurinya masih family. Dia bisa menjabat itu karena biasanya dia menggunakan cara licik. Pantas saja dia kaya karena dia mengambil harta warisan adiknya. Tidak heran kalau dia sombong karena lahir dari keluarga yang seperti itu. Semua orang tahu kalau jabatannya tinggi karena dia pandai menyuap atasan. Dia dikenal sangat baik terutama pada orang-orang yang mau menjilatnya. Dia memang bangga menjadi PNS tapi masuk karena dibantu orang dalam. Pantas saja dia tidak mau mengaku karena dia sudah disuap. Bagaimana dia bisa membela kebenaran? Dia sendiri sudah memakan uang haram. Untuk apa menangis? Hanya gara-gara masalah sepele. Itulah majas sindiran yang bernama innuendo. Masih ada 1 jenis lagi majas sindiran. Majas tersebut disebut dengan majas satire. 5. Majas Satire Menurut laman Wikipedia, majas satire merupakan majas atau gaya bahasa yang berfungsi untuk menyatakan sindiran terhadap suatu keadaan atau seseorang. Sindiran tersebut biasanya disampaikan secara tidak langsung atau berupa kiasan. Satire ini merupakan sindiran yang kadang dikatakan sebagai ironi, sarkasme, maupun sinisme. Namun ada pula yang mengatakan bahwa satire merupakan majas tersendiri. Dalam satire terdapat unsur “tertawaan” namun sebenarnya sedang menyindir secara keras. Contoh Satire Anak-anak sekarang mudah stress. Apakah ini karena efek terlalu banyak kerja, kerja, dan kerja tanpa berlibur? Satire untuk pemerintah Kita harus berhati-hati ketika menyiram bunga. Karena saat ini kadang-kadang menyiram ke bawah, tapi airnya bisa ke atas. Satire untuk kasus Novel Baswedan. Apakah gunanya mengajarkan anak budi pekerti dan sopan santun. Karena zaman sekarang orang yang kasar bisa menduduki jabatan tinggi. Jangan sepelekan penjual gorengan di pinggir jalan. Bisa jadi ia adalah seorang komisaris perusahaan besar. Dari beberapa contoh di atas, terlihat bahwa majas sindiran satire merupakan sindiran yang tidak menggunakan kata-kata kasar. Puisi satire adalah puisi yang berisi sindiran halus atau kritik kepaa penguasa atau orang yang memiliki kedudukan jabatan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI satire diartikan sebagai gaya bahasa yang dipakai dalam kesusastraan untuk menyatakan sindiran terhadap suatu keadaan atau seseorang. Sedangkan dikutip dari laman satire berasal dari bahasa latin yaitu satura yang berarti kritikan atau kecaman tajam terhadap suatu fenomena; dan tidak puasnya hati suatu golongan pada pemimpin yang zalim. Lebih singkatnya, pengertian Satire adalah salah satu jenis puisi baru yang berisikan sindiran atau kritikan. Contoh Puisi Satire 1. Aku Bertanya Oleh WS Rendra Aku bertanya… tetapi pertanyaan-pertanyaanku membentur jidat penyair-penyair salon, yang bersajak tentang anggur dan rembulan, sementara ketidakadilan terjadi di sampingnya, dan delapan juta kanak-kanak tanpa pendidikan, termangu-mangu dalam kaki dewi kesenian. 2. Diponegoro Karya Chairil Anwar Di Masa Pembangunan Ini Tuan Hidup Kembali Dan Bara Kagum Menjadi Api Di Depan Sekali Tuan Menanti Tak Gentar. Lawan Banyaknya Seratus Kali. Pedang Di Kanan, Keris Di Kiri Berselempang Semangat Yang Tak Bisa Mati. Maju Ini Barisan Tak Bergenderang-Berpalu Kepercayaan Tanda Menyerbu. Sekali Berarti Sudah Itu Mati. Maju Bagimu Negeri Menyediakan Api. Punah Di Atas Menghamba Binasa Di Atas Ditindas Sesungguhnya Jalan Ajal Baru Tercapai Jika Hidup Harus Merasai Maju, Serbu, Serang, Terjang 3. Jangan Ganggu Kesetiaanku Oleh Iringan Bayu Senja Jangan hunuskan senyum manismu untukku.. Sebab kutahu itu hanya bernilai semu.. Jangan hujamkan lirikan mata elangmu padaku.. Sebab ku tau itu juga bernilai palsu.. Jangan pula kau lebarkan tawamu untukku.. Sebab kutahu itu juga hanya basa basimu.. Jangan kau tawarkan apapun padaku.. Sebab itu hanya kan sakiti orang terkasihmu.. Sedang aku, jikapun yang kau tawarkan berasal dari hatimu. Maka tetap saja aku tak akan mau.. Aku menjadikan kehidupan kasihku atas dirimu.. Berlalulah dan biarkan peradaban waktu.. Menjawab semua maumu.. Aku sudah setia tapi kau masih selingkuh juga 4. Kau Oleh Nuke Hanasasmit Lihat kami! Kami mencoba kuat diatas kekurangan Tak lelah banting tulang Tapi kau? Lihat dirimu! Kau tak bersyukur dengan dirimu Kau curi hak kami Kau biarkan kami menderita Tapi kau? Seakan menari-nari diatas penderitaan kami Lihat kami! Apa tak kau lihat keringat kami? Keletihan kami Hanya demi sesuap nasi Lihat negeri ini! Sudah tiadakah hati? Sudah tiadakah mata? Hingga tak pernah kau lihat kami Lalu, harus kemanakah kami? Kami memang tak mampu balas dirimu Karena Tuhan yang akan balas dirimu 5. Kau Menang Dalam Hati Oleh Lathifa Rulia Sadyyah Kecil hingga Besar kau mencari keberhasilan Bodoh hingga Pintar kau merangkai kesuksesan Kau gores dengan noda yang pilu Demi sekejap kenikmatan yang tabu Kepala demi Kepala menunggumu dibelakang Mengais sedikit sumbangan untuk sesuap nasi Tidakkah kau terlalu melambung Melampaui batas kerendahan hati Dahulu kau cari mereka semua Dahulu kau berjanji kepadanya Dahulu kau susah payah bersama Tapi sekarang Kau buang kami seperti tidak ada Kemarin kau termangu seperti orang tak punya arah Hari ini kau tersenyum seperti orang hebat Besok kau akan menggongong di depan pasrah Lusa kau akan masuk kedalam hutan yang penat Kau berlari amat jauh seperti maling Kau tidak tentram seperti angin topan Semua itu kaurasakan sebagai balasan Yang Maha Kuasa tentu akan melarang 6. Pencopet Metropolitan Oleh Malik Abdul Siang hari di bandara Soekarno-Hatta Mentari terik menyengat kulit seorang kakek tua Dia berjalan gontai membawa tas yang penuh dengan pakaian Terlihat binar matanya menampakkan kerinduan akan kampung halaman Kepada isteri, anak, dan cucu-cucunya Bahunya nampak terbungkuk menopang segala beban Beban yang ada di dalam tasnya Juga beban akan tanggung jawabnya Dari arah berlawanan seorang pemuda berjalan cepat Seperti terburu oleh nafsu sesaat Tanpa perduli bahwa semua itu perbuatan jahat Brakk…! Tampak ia menabrak seorang kakek tua Sang kakek terjatuh Tangannya yang ringkih menopang tubuhnya yang terpelanting Kerumunan orang apatis hanya menyaksikan Sejenak terhenti dari langkah mereka Namun seakan peristiwa itu hanyalah hal kecil Dalam sekejap si pemuda itu terbangun Dengan gerak cepat ia menyingkapkan dompet coklat didalam jaket Na’as… Sang kakek kehilangan segalanya Semua kerja kerasnya lenyap dalam sekejap Nampak kesedihan dari mata yang teduh itu Dari kejauhan ia hanya menyaksikan Si pemuda itu berlalari sangat kencang Hingga tiba di seberang jalan Ia hendak melawan arah untuk terus berlari Namun sebuah buss melaju kencang hingga tiada mampu ia hindari Saatnya tibalah karma berujung mati! 7. Kepada Para Pemulung Desaku Oleh Malik Abdul Desaku terpencil di sudut sungai yang sepi Masyarakat hidup pas-pasan tetapi penuh gaya Seakan tak mau kalah dengan kemajuan kota Mereka tak tahu apa itu halal Mereka tak tahu apa itu haram Sambil menyelam minum air Sambil memulung mereka mencuri Sambil mencuri mereka menari Sambil menari mereka mengotori diri Tiada satu pun cita-cita yang mulia diantara mereka Karena mereka tiada mengenalnya Ajaran agama pun tidak mereka anggap benar Lantas siapakah yang harus berbenah Para kiyai kah? Atau mereka? 8 Negeriku Oleh Gus Mus Mana ada negri sesubur negeriku Sawahnya tak hanya menumbuhkan padi, tehu dan jagung tapi juga pabrik, tempat rekreasi dan gedung Prabot-prabot orang kaya di dunia dan burung-burung indah piaraan mereka berasal dari hutanku Ikan-ikan pilihan yang mereka santap bermula dari lautku Emas dan perak, perhiasan mereka digali dari tambangku Air bersih yang mereka minum bersumber dari keringatku Mana ada negri sekaya negeriku Majikan-majikan bangsaku memiliki buruh-buruh mancanegara Brangkas-brangkas Bank ternama dimana-mana menyimpan harta-hartaku Negriku menumbuhkan konglomera dan mengikis habis kaum melarat Rata -rata pemimpin negriku dan handai tolannya terkaya didunia Mana ada negri semakmur negeriku Penganggur-penganggur diberi perumahan, gaji dan pensiunan setiap bulan Rakyat-rakyat kecil menyumbang negara tanpa imbalan Rampok-rampok di beri rekomendasi, dengan kop sakti instansi Maling-maling di beri konsensi Tikus dan kucing dengan asik berkorupsi 9. Di Negeri Amplop Oleh Gus Mus Aladin menyembunyikan lampu wasiatnya “malu” Samson tersipu-sipu, rambut keramatnya ditutupi topi “rapi-rapi” David coverfil dan rudini bersembunyi “rendah diri” Entah, andai Nabi Musa bersedia datang membawa tongkatnya Amplop-amplop di negeri amplop mengatur dengan teratur Hal-hal yang tak teratur menjadi teratur Hal-hal yang teratur menjadi tak teratur Memutuskan putusan yang tak putus Membatalkan putusan yang sudah putus Amplop-amplop menguasai penguasa Dan mengendalikan orang orang biasa Amplop-amplop membeberkan dan menyembunyikan Mencairkan dan membekukan Mengganjal dan melicinkan Orang bicara bisa bisu Orang mendengar bisa tuli Orang alim bisa nafsu Orang sakti bisa mati Di negri amplop, amplop-amplop mengamplopi apa saja dan siapa saja. Puisi janji puitis adalah rangkaian kata kata puisi sindiran untuk wakil rakyat dan kata kata kritik sosial dirangkai dengan cerita puisi kritikan pemimpin, menjelaskan tentang janji janji yang tidak cerita puisi tentang sindiran untuk wakil rakyat yang diterbitkan berkas puisi, apakah bercerita seperti puisi janji palsu pemerintah atau puisi kritikan untuk wakil lebih jelasnya kata kata dalam bait puisi sindiran untuk wakil rakyat disimak saja di bawah ini puisi berjudul janji Puitis Oleh joxerBila terpaksa kutuliskan suaraKan kuteriakan goresan ujung penaDilembar bisu ujung lidahBosan mengecap syair janji indahMenghilang sembunyi dibalik dasiIngat! Sumpahmu atas nama IllahiBukan kutipan bait bait puisiSatu janji berjuta berharap jadiAku rakyat sedikit berkaratJika tak sempat janjimu kulihatBiar kusaksikan dari arah kiblatBiar kau tau "sumpah" itu berat160121 Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Di antara kepulan asap yang hitam pekat,Ku lahirkan puisi sindiran penuh pemerintah yang terdiam membisu, Kritikku menyala, tak lagi bisa ku sembunyi. Pemerintah yang terhormat, kau yang berjanji,Akan rakyatmu yang lara, yang rentan di apa yang kulihat, kepentingan tertutup rapat,Sementara rakyatmu berjuang, kau hanya tertawa. Pada surat kabar berita palsu menggema,Kau memanipulasi fakta, merajut kelaparan, rakyatmu menderita, 1 2 3 Lihat Puisi Selengkapnya karya Meta Nur Hilmiya Azizi Tolong hargai rakyat kecil seperti kami Jangan semaumu sendiri Dimana pedulimu ? Kau hanya mementingkan urusan pribadimu Sedangkan kami..... Kami butuh pekerjaan Kami butuh sesuap nasi untuk makan Kami harus menafkahi anak istri kami Tanpa rasa malu Kau gunakan uang untuk korupsi Untuk kebutuhanmu sendiri Dan kami hanya bisa berharap Agar kau sadar nanti -"

puisi sindiran untuk pemerintah