ContohSoal Ikatan Kimia Jawaban Pembahasannya Soal No1 Bagaimana kecenderungan atom-atom berikut ini dalam mencapai kestabilan. Aturan oktet dan kestabilan unsur. Unsur dibawah ini yang mengikat 2 elektron agar diperoleh konfigurasi elektron stabil adalah. Kumpulan soal kali ini akan terdiri dari 25 buah soal yang mencangkup beberapa
Bagaimanakecenderungan atom atom berikut ini dalam mencapai kestabilan, jika di tinjau dari konfigurasi elektronnya? a. 5B b. 8O c. 19K d. 20Ca e. 33Ge. SD Bagaimana kecenderungan atom atom berikut ini dala ND. Natasya D. 07 November 2021 14:45. Pertanyaan.
Kecenderungansuatu unsur untuk mencapai kestabilan Lengkapi tabel berikut: Atom Susunan Elektron Electron valensi Melepas / menerima elektron Cenderung terjadi Reaksi Lambang ion 11 Li 2 8 1 1 Melepas 1 e +Melepas 1 e Na → Na+ + e Na Menerima 7 e 12 Mg 2 8 2 2+2 Melepas 2 e Mg 13
Jawablahpertanyaan berikut dengan singkat dan jelas ! 1. Sebutkan ke 4 sifat keperiodikan unsure ! Dalam satu periode dari kiri kekanan cenderung mencapai kestabilan (mempunyai 8 elektron valensi). Keelektronegatifan atau elektronegatifitas adalah kecenderungan suatu atom dalam menarik pasangan elektron yang digunakan bersama dalam
Bagaimanakecenderungan atom-atom berikut ini dalam mencapai kestabilan, jika ditinjau dari konfigurasi elektronnya? a.6C b.9F c.19K d.16S e.13Al Kimia; Biologi; TANYA SOAL; VIDEO; INFO; ×. Home. kim 10 3.1 Bagaimana kecenderungan atom-atom berikut ini dalam mencapai kestabilan, jika ditinjau dari konfigurasi elektronnya? a.6C b.9F c.19K d
' jelaskan kecenderungan atom-atom berikut ini dalam mencapai kestabilan jika di tinjau dari konfigurasi elektronya a.16s b.12mg - on study-assistant.com. id-jawaban.com. Akuntansi; B. Arab; B. Daerah bagaimana kecenderungan atom atom berikut ini dalam mencapai kestabilan jika di tinjau dari konfigurasi elektronya ! a. ₆C = 2. 4. ₆C (2
61MSR. September 29, 2019 Post a Comment Bagaimana kecenderungan atom-atom berikut dalam mencapai kestabilannya? a. 9F b. 20Ca c. 16S d. 13Al Jawab a. 9F = 2 7 menangkap 1 elektron b. 20Ca = 2 8 8 2 melepas 2 elektron c. 16S = 2 8 6 menangkap 2 elektron d. 13Al = 2 8 3 melepas 3 elektron - Semoga Bermanfaat Jangan lupa komentar & sarannya Email nanangnurulhidayat
Dibandingkan dengan unsur-unsur lain, unsur gas mulia merupakan unsur yang paling stabil. Kestabilan ini disebabkan karena susunan elektronnya berjumlah 8 elektron di kulit terluar, kecuali helium mempunyai konfigurasi elektron penuh. Hal ini dikenal dengan konfigurasi oktet, kecuali helium dengan konfigurasiduplet. Unsur-unsur lain dapat mencapai konfigurasi oktet dengan membentuk ikatan agar dapat menyamakan konfigurasi elektronnya dengan konfigurasi elektron gas mulia terdekat. Kecenderungan ini disebut aturan oktet. Konfigurasi oktet konfigurasi stabil gas mulia dapat dicapai dengan melepas, menangkap, atau memasangkanelektron Atom Al memiliki konfigurasi elektron . Atom ini dapat mencapai konfigurasi gas mulia dengan cara melepas 3 elektron membentuk ion bermuatan 3+ sehingga konfigurasi elektron ionnya menjadi . Jadi, atom cenderung membentuk ion positif untuk mencapaikestabilannya.
Pada umumnya unsur unsur yang ada dalam tabel periodic tidak ditemukan bebas keadaan monoatom di alam, melainkan berikatan dengan unsur lainnya. Kenapa demikian??? Alasannya adalah agar atom atom itu stabil karena pada bentuk monoatomnya, kebanyakan unsur yang berada pada tabel periodic berada dalam keadaan yang tidak stabil. Namun hal ini berbeda dengan unsur unsur golongan gas mulia He, Ne, Ar, Kr, Xe dan Rn, yang merupakan satu satunya golongan unsur dalam tabel periodic yang dietmukan dalam keadaan bebeas bentuk monoatom di alam. Untuk mempelajari kenapa atom atom gas mulia ditemukan stabil dan bebas di alam dalam bentuk unsurnya, mari kita perhatikan konfigurasi elektronnya. Konfigurasi electron gas mulia He 2 Ne 2 8 Ar 2 8 8 Kr 2 8 18 8 Xe 2 8 18 18 8 Rn 2 8 18 32 18 8 Jika kita perhatkan dengan teliti, selain atom He, semua atom unsur golongan gas mulia memiliki electron valensi berjumlah 8. Berdasarkan teori mekanika kuantum, ternyata orbital pada kulit terluar semua unsur golongan gas mulia terisi penuh oleh electron. Kulit valensi 1s2 untuk He Kulit valensi ns2 np6 untuk Ne, Ar, Kr, Xe dan Rn Diagram orbital untuk He He = 1s2 Diagram orbital kulit valensi untuk Ne, Ar, Kr, Xe dan Rn. = ns2 np6 Oleh sebab orbital pada unsur unsur gas mulia yang terisi penuh oleh electron inilah yang menyebabkan atom gas mulia stabil dan ditemukan di alam dalam keadaan bebas monoatom. Untuk itu, mengacu pada jumlah electron valensi gas mulia, ada dua aturan kestablan unsur, yaitu Aturan octet suatu atom yang stabil cenderung memiliki jumlah electron valensi = 8 sama seperti Ne, Ar, Kr, Xe dan Rn Aturan duplet suatu atom yang stabil cenderung memiliki jumlah electron valensi = 2 sama seperti He Lalu bagaimana dengan atom atom golongan lainnnya??? Contoh Na 2 8 1 Mg 2 8 2 Al 2 8 3 Cl 2 8 7 O 2 6 N 2 5 Jika kita perhatikan, ternyata atom atom diatas memiliki jumlah electron valensi yang tidak sama dengan atom golongan gas mulia. Akibatnya ada orbital atom yang tidak terisi penuh oleh electron. Hal ini berdampak pada kuarng stabilnya unsur tersebut dalam bentuk monoatomnya. Diagram orbital Atom yang tidak stabil yang konfigurasinya tidak menyerupai atom gas mulia akan cenderung menstabilkan diri. Cara nya adalah dengan melepas atau menerima electron. Kecendrungan melepas atau menerima electron ini bergantung pada besarnya energy yang diperlukan atau dilepaskannya. Contoh Na 2 8 1 Electron valensi atom Na adalah 1. Ada dua cara atom Na supaya stabil yaitu dengan melepas 1 elektron terluarnya atau menangkap 7 buah electron lain sehingga jumlah electron valensinya adalah 8. Energi yang dibutuhkan untuk melepas 1 buah electron tentu lebih kecil dibandingkan untuk menangkap 7 buah electron. Hal ini mengakibatkan atom Na lebih cenderung untuk melepas 1 buah elektronnya untuk mencapai kestabilan membentuk ion positif. Berbeda halnya dengan atom Cl. Cl 2 8 7 Karena electron valensinya 7, tentu atom Cl akan lebih mudah menangkap satu electron untuk mencapai kestabilan daripada harus melepas 7 buah electron terluarnya. Atom Cl akan stabil dengan membentuk ion negative. Jumlah electron yang dilepaskan atau diterima oleh suatu atom bergantung pada jumlah electron valensinya jumlah electron valensi = nomor golongan. Setelah menerima atau melepaskan elektronnya, ion harus memiliki konfigurasi seperti atom gas mulia, baru ion itu dikatakan stabil. Contoh Ca nomor atom = 20 Konfigurasi electron = 2 8 8 2 Melepas 1 elektron = Ca+ 2 8 8 1 Melepas 2 elektron = Ca2+ 2 8 8 Konfigurasi ion Ca+ diatas yang terbentuk setelah atom Ca melepas satu buah elektronnya tidaklah stabil karena konfigurasinya tidak sesuai dengan unsur gas mulia 8 elektron valensi. Sehingga ion Ca2+ adalah bentuk stabil dari atom Ca karena konfigurasinya mirip dengan atom gas mulia. Jadi, ketika sebuah atom melepas atau menerima electron membentuk ion positif atau ion negative, maka ion ini stabil jika konfigurasinya sudah seperti atom golongan gas mulia. Berdasarkan hal diatas, dapat kita ambil kesimpulan bahwa atom atom golongan IA, IIA, IIIAkecuali B dan semua unsur golongan transisi melepaskan elektronnya untuk mencapai kestabilan atau atom ini digolongkan sebagai atom logam. Hal ini disebabkan karena atom logam memiliki energy ionisasi yang realtif kecil. Energi ionisasi adalah energy yang dibutuhkan oleh atom untuk melepas sebuah electron terluarnya. Semakin kecil nilai energy ionisasinya maka semakin mudah atom untuk melepaskan elektronnya membentuk ion positif. Sedangkan atom golongan IVA C saja, VA N dan P saja , Via dan VIIA cenderung menangkap electron untuk mecapai kestabilan atau atom atom ini disebut atom golongan non logam. Hal ini disebabkan karena afinitas electron unsur nonlogam besar. Afinitas electron adalah nilai yang menunjukkan mudah atau sulitnya suatu atom untuk menerima electron. Semakin besar afinitas elektronnnya maka semakin mudah atom mebentuk ion negative. Energy ionisasi kecil = Atom logam = melepaskan electron untuk stabil = ion positif Afinitas elektronnya besar = Atom non logam = menerima electron untuk stabi = ion negative. Untuk lebih jelasnya silahkan perhatikan tabel berikut Unsur yang berada disebelah kiri unsur metaloid = atom logam Unsur yang berada di sebelah kanan unsur metaloid = atom non logam Sekian penejelasan singkat mengenai kestabilan unsur dalam bab ikatan kimia. Untuk postingan selanjutnya akan diupdate tentang jenis jenis ikatan kimia dalam senyawa dan proses terbentuknya secara lengkap. Terimakasih sudah berkunjung….dan jangan lupa di share ya…..
Bagaimana kecenderungan atom-atom berikut ini dalam mencapai kestabilan, jika ditinjau dari konfigurasi elektronnya? 1. 6C 2. 9F 3. 19K 4. 20Ca 5. 16S 6. 13Al Pembahasan 1. 6C 2 4 menangkap 4e 2. 9F 2 7 menangkap 1e 3. 19K 2 8 1 melepas 1e 4. 20Ca 2 8 8 2 melepas 2e 5. 16S 2 8 6 menangkap 2e 6. 13Al 2 8 3 melepas 3e
Januari 27, 2018 Di antara atom-atom di alam, hanya atom gas mulia yang stabil sedangkan atom yang lain tidak stabil. Atom-atom yang tidak stabil tersebut cenderung bergabung dengan atom lain untuk mencapai kestabilannya. Mengapa atom gas mulia stabil sedangkan atom yang lain tidak stabil ?. Baca juga Pembentukan Ion Pada dasarnya, sifat unsur ditentukan oleh konfigurasi elektronnya. Bagaimana konfigurasi elektron dari atom yang stabil itu ? Simak konfigurasi elektron atom-atom gas mulia yang merupakan atom-atom stabil berikut Dengan konfigurasi elektron tersebut, Kossel dan Lewis membuat kesimpulan bahwa konfigurasi elektron atom-atom akan stabil bila jumlah elektron terluarnya 2 dulet atau 8 oktet. Untuk mencapai keadaan stabil seperti gas mulia, maka atom-atom membentukkonfigurasi elektron seperti gas mulia. Untuk membentuk konfigurasi elektron seperti gas mulia, dapat dilakukan dengan cara membentuk ion atau membentuk pasangan elektron bersama Dg Tiro Bukan siapa-siapa, hanya orang biasa yang sedang belajar untuk selalu bisa bermanfaat bagi orang lain terutama orang-orang terdekat.
bagaimana kecenderungan atom atom berikut dalam mencapai kestabilan