Kondisiini menyatakan bahwa telah terjadi putusnya kabel dalam jaringan yang menyebabkan kabel tidak dapat menghantarkan data. 2. Konektor longgar (tidak terhubung). Kondisi ini terjadi pada pada koneksi antar kartu jaringan dengan konektor kabel. 3. Kabel short. Kondisi ini menyatakan bahwa telah terjadi kabel yang hubung singkat dalam 8 kerusakan pada VGA ini adalah komponen yang sangat penting apabila komponen ini rusak maka komputer tidak bisa jalan / hidup. 9. kerusakan pada monitor. 10. kerusakan pada LAN cart adalah media yang berfungsi untuk media jaringan yang berfungsi untuk menghubungkan antara komputer satu dengan yg lain atau jaringan antara komputer. 11. Silakanlihat di bawah ini ya! 1. Komputer tidak mau menyala (blank screen) Ciri-ciri bahwa processor komputermu rusak adalah terjadinya blankscreen sejak pertama kali menyalakan laptop. BIOS tidak akan merespons apapun karena memang 'otak' komputermu saja telah mengalami kerusakan. Maksud blank screen adalah, monitormu kamu nyalakan akan 80 Firewall berupa hardware dan software yang digunakan untuk melindungi sistem jaringan disebut a. IP Firewall b. Host based firewall c. Network based firewall* d. Stand-alone firewall. 81. Rule pada sebuah chain yang berfungsi untuk mem-blok semua paket ping yang masuk ke dalam firewall adalah a. iptables -A INPUT -p icmp -j DROP* 4 Coolant Temperature Warning. Fungsi dari simbol ini yakni untuk menginformasikan keadaan suhu dari cairan pendingin (coolant) mesin mobil.Pada umumnya kerusakan ini terjadi karena terjadi kekurangan cairan pendingin,dan solusinya tentunya dengan menambah cairan coolant kedalam radiator. PERLU DIINGAT / PENTING : Kerusakanyang sering terjadi pada jaringan Lokal Area Network Konektor yang digunakan untuk menghubungkan kabel UTP ke PC dengan menggunakan perantara NIC. 4. NIC Secara software untuk mengetahui bahwa kartu jaringan telah bekerja atau aktif dapat dilihat pada : (1) Klik Start > setting >klik Control Panel bFQnBQM. Aaf F. Ihsan – Mendiagnosis permasalahan perangkat yang tersambung jaringan merupakan pekerjaan yang harus dilakukan oleh administrator jaringan. Pekerjaan ini membutuhkan ketelitian dan kesabaran yang tinggi agar dapat menyelesaikan permasalahan jaringn yang terjadi dengan baik. Komputer yang terhubung dengan jaringan sering kali mengalami gangguan maupun kerusakan baik dari sisi hardware ataupun software. Hal ini disebabkan oleh banyaknya pengguna komputer yang terhubung dalam sistem jaringan. jaringan komputer sangat rawan terhadap gangguan atau kerusakan dikarenakan banyak sekali faktor penyebab yang dapat mengakibatkan terjadinya gangguan atau kerusakan pada jaringan tersebut. Berikut beberapa permasalahan pada jaringan LAN beserta diagnosa dan cara menyelesaikan permasalannya Kerusakan pada Kabel dan Konektor Jaringan Masalah pertama yang sering terjadi pada jaringan LAN adalah jaringan LAN yang tidak dapat bekerja dengan baik dan juga optimal, yang disebabkan gangguan dan kerusakan pada kabel dan juga konektor jaringan. Masalah pada kabel dan juga konektor sebenarnya merupakan masalah yang cenderung simple dan jga sederhana. Akan tetapi hal ini malah akan menyebabkan jaringan LAN menjadi tidak bekerja dengan baik. Diagnosa Permasalahan melakukan pengecekan dengan menggunakan LAN tester untuk mengetahui apakah kerusakan memang berasal dari kabel atau bukan. Cek apakah kabel mengalami gangguan atau kerusakan yang biasanya disebabkan oleh kabel yang terjepit, digigit hewan pengerat dan lain sebagainya. Cek baik atau tidaknya kondisi kabel. Cek Konektor kabel jaringan. Cek juga penyusunan kabel biasanya pada kebel UTP . Pemecahan Masalah Cara paling mudah dan juga simple untuk mengatasi hal ini adalah dengan cara mengganti kabel ataupun konektor yang megalami kerusakan, sehingga bisa bekerja dengan lebih optimal lagi. 2. Kerusakan pada HUB dan Switch Diagnosa Permasalahan Cara termudah untuk mendeteksi kerusakan pada hub dan juga switch adalah dengan cara melihat lampu indikatornya. Apabila lampu indikatornya tidak menyala, maka mungkin saja hub atau switch tesebut mengalami gangguan ataupun kerusakan. Pemecahan Masalah Ketika anda sudah mengetahui bahwa hub anda mengalami kerusakan, maka cara paling baik untuk mengatasinya adlah dengan cara mengganti dengan yang baru. 3. Jaringan LAN tidak muncul Diagnosa Permasalahan Penyebab umum dari kondisi ini adalah network wireless adapter yang tidak terpasang dengan baik, ataupun driver dari network wireless adapter yang mungkin tidak terinstall dengan baik. Pemecahan Masalah Untuk mengatasinya, anda bisa melakukan pembetulan dari proses pemasangan network wireless adapter, ataupun melakukan penginstalan ulang pada driver adapter network tersebut, agar LAN dan juga local area connection bisa dijalankan dengan benar. 4. Muncul pesan “IP Conflict” Diagnosa Permasalahan Terjadi pengalamatan IP address yang sama dalam satu jaringan LAN. Pemecahan Masalah Melakukan setting ulang alamat IP Address dan subnetmasknya sesuai dengan jaringan yang digunakan bila menggunakan pengalamatan IP Address secara Statis. 5. Lampu indikator pada kartu jaringan dan pada switch/hub mati, kondisi kartu jaringan dan switch dalam keadaan yang baik. Diagnosa Permasalahan Kemungkinan ada masalah dengan kabel yang digunakan. Pemecahan Masalah Ganti konektor RJ-45 bila perlu, Dan juga periksa susunan warna kabelnya, juga kerapatan antara kabel dengan konektor. Untuk saat ini, hanya ini yang bisa saya jelaskan. kalian bisa tulis masalah yang kalian alami dalam jaringan di komentar, insyaallah nanti saya bisa memberikan jawaban atas masalah yang kalian alami. Navigasi pos Analisis Kerusakan Jaringan Komputer yang terhubung jaringan berbasis luas WAN sering kali mengalami gangguan maupun kerusakan baik dari sisi hardware atau software. Hal ini disebabkan oleh banyaknya pengguna, gejala alam ataupun komputer yang terhubung dalam sistem jaringan berbasis luas WAN. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya kerusakan adalah Tegangan Listrik Tegangan listrik dapat menyebabkan ganguan apabila tegangan yang dihasilkan tidak stabil, sering terjadi naik dan turun atau mati mendadak dari sumber PLN. Hal tersebut sangat mempengaruhi dikarenakan semua peralatan yang kita gunakan bersumber pada listrik. Sumber listrik yang kita gunakan tidak baik atau tidak stabil, dapat menyebabkan peralatan yang kita gunakan mudah rusak. Mati atau tidak berfungsinya komponen pada perangkat jaringan berbasis luas. Hal ini dapat disebabkan gangguan alam misalnya petir, tegangan listrik yang tidak baik, ataupun pemakaian yang terus menerus tanpa perawatan berkala yang baik. Kerusakan pada perangkat / hardware dapat dideteksi dengan melihat nyala lampu indikator, baik indikator power sumber listrik maupun indikator kinerja lainnya. Gangguan pada perangkat software Ganguan juga dapat terjadi dari software yang ada di Server atau PC client, ataupun router. Gangguan ini dapat disebabkan oleh tidak jalannya aplikasi hang, konflik IP Address sampai pada kesalahan konfigurasi yang dilakukan oleh administrator. Pada poin ini, seorang administrator harus benar-benar menguasai konfigurasi perangkat software yang digunakan untuk mendeteksi masalah dan memberikan solusinya. Setelah mengetahui faktor-faktor penyebab kerusakan pada jaringan WAN, maka langkah selanjutnya adalah mengetahui indikasi tanda-tanda terhadap kerusakan tersebut baik secara hardware maupun software. Secara garis besar langkah-langkah untuk mendeteksi keruksakan adalah sebagai berikut a. Melakukan pengecekan secara hardware dengan memeriksa nyala lampu indikator pada masing-masing perangkat NIC, Switch, Router, Modem serta konektor dan kabel yang digunakan. b. Langkah berikutnya, lakukan pengecekan pada software, apakah berjalan secara normal ataupun mengalami hang, jika sistem mengalami hang, maka lakukan restart pada perangkat tersebut. c. Selanjutnya cek koneksi jaringan secara software dengan perintah ping secara bertahap mulai dari node yang terdekat sampai pada alamat internet. d. Jika terdapat koneksi yang terputus time out, maka lakukan pengecekan pada konfigurasi pada software mulai dari IP Address, Gateway, DNS Server, NAT, Firewall dll. Dan pastikan semua telah dikonfigurasi dengan benar. e. Jika masih belum ditemukan permasalahannya dan sudah dipastikan tidak ada permasalahan instalasi dan konfigurasi yang kita bangun CPE, maka hubungi ISP di mana kita mendapatkan akses internet, mungkin permasalahan ada di pihak mereka. Secara global permasalahan dan indikasinya yang sering terjadi pada jaringan sebagai berikut NO PERMASALAHAN INDIKASI SOLUSI 1 Kerusakan pada NIC, Switch, Router, Modem dll Lampu indikator power mati Ganti perangkat 2 Sistem pada switch, PC, Router dan Modem hang Lampu indikator kerja menyala terus menerus tanpa berkedip Restart perangkat 3 Kesalahan setting IP Address Tidak bisa ping ke gateway / sesama network Seetting ulang IP Address 4 Kesalahan setting Gateway Dapat ping ke sesama network tetapi tidak dapat ping ke luar network / WAN internet Setting ulang gateway 5 Kesalahan setting DNS server Dapat ping ke alamat IP server tetapi tidak dapat ping ke alamat domain internet misalnya Setting ulang DNS Server 6 Kesalahan setting NAT Klien dapat ping ke gateway tetapi tidak dapat ping ke internet. Setting ulang NAT pada router Disamping itu secara default pada firewall aktif sistem operasi windows akan menutup paket ping yang masuk, sehingga komputer tersebut dapat melakukan ping ke komputer lain, tetapi tidak bisa dijadikan tujuan ping. Untuk praktek sebaiknya firewall dinonaktifkan terlebih dahulu, agar dapat saling ping antar komputer node. Tindakan yang dilakukan setelah konfigurasi sistem selesai dapat dilakukan tindakan akhir yakni Pemeriksaan ulang konfigurasi jaringan. Pengujian konektifitas jaringan. Pembuatan laporan hasil perbaikan pekerjaan yang telah dilakukan. Dengan tindakan-tindakan tersebut diatas diharapkan perbaikan konektifitas dapat teruji dan handal sehingga tidak menggangu jaringan yang telah ada. Tindakan-tindakan yang harus dilakukan untuk mengetahui apakah konektifitas yang telah dilakukan berhasil dapat dilakukan dengan cara Pemeriksaan ulang konektifitas jaringan merupakan tindakan pengecekan ulang kembali dari proses paling awal yakni Memeriksa pemasangan kartu jaringan LAN Card apakah telah terpasang dengan baik atau tidak Memeriksa Pemasangan konektor Kabel pada hub/switch atau konektor lain tidak mengalami short atau open, Pemasangan konektor tidak longgar Setting dan konfigurasi kartu jaringan secara software telah benar sesuai dengan ketentuan jaringan sebelumnya baik dari instalasi driver kartu jaringan, Konfigurasi IP Address, Subnet mask dan Workgroup yang digunakan. Apabila semua telah terpasang dengan baik dan benar maka langkah selanjutnya adalah pengujian konektifitas jaringan. B. Pengujian konektifitas jaringan Pengujian atau pengetesan jaringan dilakukan untuk mengetahui apakah komputer yang kita konektifitaskan telah berhasil masuk dalam sistem jaringan yang dituju. Dalam menu network tersebut kita gunakan Fine Computer dimana kita akan melakukan pencarian berdasarkan nama komputer yang ada dalam jaringan saat penentuan identification pada saat penentuan workgroup. Pada dialog find computer kita mencari berdasarkan nama komputer yang dicari. Hasil pencarian akan ditampilkan berupa daftar komputer yang telah sesuai dengan nama yang kita masukkan. Cara pengujian hasil koneksi jaringan dapat pula dilakukan dengan cara double klik pada icon Network Neighborhood akan didapatkan daftar nama komputer yang telah masuk dalam jaringan sampai saat pengaksesan tersebut. Cara lain yang dapat dilakukan untuk mengetahui apakah komputer tersebut telah terhubung dengan jaringan adalah dengan masuk pada windows explorer disana akan memberikan informasi secara lengkap. Pengujian dapat pula dilakukan dengan menggunakan Ms Dos untuk melihat konfigurasi pada TCP/IP. Pada windows Ms Dos ketikkan C>IPCONFIG/ALL IP Configuration. IPCONFIG IP Configuration memberikan informasi hanya pengalamatan TCP/IP pada konputer tersebut saja. Dari gambar tersebut bahwa komputer tersebut memiliki nomor IP Addres adalah dan Subnet Masknya adalah Untuk informasi yang lebih lengkap dapat juga dilakukan dengan mengetikkan pada Ms Dos adalah C> IPCONFIG/ALLMORE. Dari tampilan IPCONFIG secara keseluruhan all dapat diperoleh informasi bahwa Host Name Nama Komputer adalah Komp_7 Diskripsi Kartu jaringannya adalah menggunakan Realtek RTL8029AS jenis Eternet Adapter. Physical Adapter adalah 00-02-44-27-25-73 IP Addres adalah Subnet Masknya adalah Untuk mendeteksi apakah hubungan komputer dengan jaringan sudah berjalan dengan baik maka dilakukan utilitas ping. Utilitas Ping digunakan untuk mengetahui konektifitas yang terjadi dengan nomor IP address yang kita hubungi. Perintah ping untuk IP Address jika kita lihat ada respon pesan Replay from No IP Address berarti IP tersebut memberikan balasan atas perintah ping yang kita berikan. Diperoleh Informasi berapa kapasitas pengiriman dengan waktu berapa lama memberikan tanda bahwa perintah untuk menghubungkan ke IP Address telah berjalan dengan baik. Apabila alamat yang dihubungi tidak aktif atau tidak ada maka akan ditampilkan data Request Time Out IP Address tidak dikenal. Berarti komputer tersebut tidak dikenal dalam sistem jaringan, atau sedang tidak aktif. Setelah melakukan pengujian pada sistem jaringan setiap komputer telah dapat terhubung dengan baik. Sistem jaringan tersebut dapat digunakan untuk sharing data ataupun printer, modem Internet dan sebagainya. Sharing dimaksudkan untuk membuka jalan untuk komputer client lain mengakses atau menggunakan fasilitas yang kita miliki. Untuk dapat melakukan sharing data dapat dengan cara masuk ke windows explorer pilih data atau directory yang akan disharingkan kemudian klik kanan lalu klik sharing. Dengan sharing sistem jaringan dapat menggunakan 1 unit printer untuk mencetak data dari setiap komputer client sehingga memotong ongkos biaya untuk pembelian printer yang banyak. Sebagai contoh sebuah komputer telah mensharing drive A, C, D, E, G dan sebuah printer canon berarti komputer tersebut membuka akses untuk setiap komputer dapat melihat, membuka dan menggunakan fasilitas printer yang ia miliki. ArticlePDF AvailableAbstractBanyak pengguna komputer yang kurang memahami dalam penanganan kerusakan jaringan lokal mengakibatkan pengguna komputer atau suatu institusi memerlukan pakar untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi pada jaringan lokal. Dalam hal ini pakar yang dapat melakukan perbaikan tidak selalu ada saat terjadi trouble. Aplikasi sistem pakar ini dibuat untuk membantu pengguna komputer dalam melakukan deteksi terhadap suatu kerusakan jaringan yang dialami beserta solusi perbaikan. Proses pembangunan sistem pakar ini menggunakan metode akuisisi pengetahuan dengan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi dan induksi aturan. Sedangkan metode yang digunakan dalam pembangunan sistem pakar ini menggunakan metode certainty factor dengan menggunakan inferensi forward chaining. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu membangun suatu sistem sebagai alat bantu pengguna dalam mendeteksi gangguan lokal yang terjadi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan sistem pakar pendeksi gangguan jaringan lokal menggunakna metode certainty factor dapat diimplementasikan pada aplikasi pendeteksi gangguan jaringan lokal dengan tingkat akurasi sebesar 92% dari nilai rata-rata certainty factor sebanyak 17 gangguan. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for freeContent may be subject to copyright. 60 Vol. 13, No. 2 September 2018 Informatika Mulawarman Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer DOI editors e-ISSN 2597-4963 dan p-ISSN 1858-4853 PENDETEKSI GANGGUAN JARINGAN LOKAL MENGGUNAKAN METODE CERTAINTY FACTORHafshah 1, Addy Suyatno 2, Dyna Marisa Khairina 3Program Studi Ilmu Komputer Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi, Universitas MulawarmanJalan Panajam Kampus Gunung Kelua Samarinda, Kalimantan Timur Email hafsshah addysuyatno pengguna komputer yang kurang memahami dalam penanganan kerusakan jaringan lokal mengakibatkan pengguna komputer atau suatu institusi memerlukan pakar untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi pada jaringan lokal. Dalam hal ini pakar yang dapat melakukan perbaikan tidak selalu ada saat terjadi trouble. Aplikasi sistem pakar ini dibuat untuk membantu pengguna komputer dalam melakukan deteksi terhadap suatu kerusakan jaringan yang dialami beserta solusi perbaikan. Proses pembangunan sistem pakar ini menggunakan metode akuisisi pengetahuan dengan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi dan induksi aturan. Sedangkan metode yang digunakan dalam pembangunan sistem pakar ini menggunakan metode certainty factor dengan menggunakan inferensi forward chaining. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu membangun suatu sistem sebagai alat bantu pengguna dalam mendeteksi gangguan lokal yang terjadi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan sistem pakar pendeksi gangguan jaringan lokal menggunakna metode certainty factor dapat diimplementasikan pada aplikasi pendeteksi gangguan jaringan lokal dengan tingkat akurasi sebesar 92% dari nilai rata-rata certainty factor sebanyak 17 gangguan Kata kunci Sistem Pakar, Jaringan Lokal, Certainty Factor1. PENDAHULUANJaringan Komputer atau Computer Networking merupakan suatu himpunan interkoneksi dari sejumlah komputer. Himpunan interkoneksi tersebut terdiri dari dua komputer atau lebih yang dapat saling berkomunikasi dan bertukar informasi Mulyanta, 2008. Bentuk koneksi jaringan komputer tersebut dapat melalui kabel maupun tanpa kabel seperti serat optik, gelombang mikro, wireless, atau satelit. Salah satu jenis jaringan komputer yang sering digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer pribadi dan workstation dalam kantor atau suatu organisasi, perusahaan atau pabrik-pabrik untuk pemakaian sumberdaya bersama adalah Local Area Network Sunarya, Santoso, & Sentanu, 2015. Struktur jaringan LAN yang dimiliki Divisi IT Support regional VI Kalimantan, transfer data yang stabil dan cepat menjadi kebutuhan utama. Jaringan yang terdiri dari 1 server dan 5 workstation terhubung dengan menggunakan lingkup Local area Network LAN Sugeng, 2010. Ruangan Divisi IT Regional VI Kalimantan berada di lantai 4. Ruangan Divisi IT mempunyai luas sekitar 3x6 meter. Sehingga diterapkan topologi star dan menggunakan media transmisi berupa kabel utp sebagai penghubung antar segmen menggunakan serat optic. Technical Support di Divisi IT Support regional VI berjumlah 4 orang. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Sunarya et al., 2015 mengenai diagnosa gangguan LAN yang menerapkan metode Forward Chaining, menghasilkan sebuah perangkat lunak sistem pakar yang dapat mengetahui gangguan LAN yang terjadi berdasarkan gejala gangguan. Berdasarkan uraian yang telah dipaparkan, penelitian ini berjudul Pendeteksi Gangguan Jaringan Lokal menggunakan Metode Certainty Factor. Dengan disediakannya sistem ini diharapkan dapat membantu para teknisi dalam mendeteksi gangguan jaringan komputer. 2. TINJAUAN PUSTAKAA. Sistem Pakar Sistem pakar adalah aplikasi berbasis komputer yang digunakan untuk menyelesaikan masalah sebagaimana yang dipikirkan oleh pakar. Pakar yang dimaksud di sini adalah orang yang mempunyai keahlian khusus yang dapat menyelesaikan masalah yang tidak dapat diselesaikan oleh orang awam. Sebagai contoh, dokter adalah seoranag pakar yang mampu mendiagnosis penyakit yang diderita pasien serta dapat memberikan penatalaksanaan terhadap penyakit tersebut. Tidak semua orang dapat mengambil keputusan mengenai diagnosis dan memberikan penatalaksanaan terhadap suatu penyakit. Contoh yang lain, montir adalah seorang yang mempunyai keahlian dan pengalaman dalam menyelesaikan kerusakan mesin motor/mobil; psikolog adalah orang yang ahli dalam memahami kepribadian seseorang dan lain-lain Kusrini, 2008. Sistem pakar mencoba memecahkan masalah yang biasanya hanya bisa dipecahkan oleh seorang pakar, dipandang berhasil ketika mampu mengambil keputusan seperti yang dilakukan oleh pakar aslinya baik dari sisi proses pengambilan keputusannya maupun hasil keputusan yang diperoleh Suyanto, 2007. B. Certainty Factor CF Metode Certainty Factor CF diperkenalkan oleh Shortlife Buchanan dalam pembuatan MYCIN. Certainty factor CF merupakan nilai parameter klinis yang diberikan MYCIN untuk menunjukkan Informatika Mulawarman Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer Vol. 13, No. 2 September 2018 61 e-ISSN 2597-4963 dan p-ISSN 1858-4853 DOI editors besarnya kepercayaan Budiharto, 2014. Suatu sistem pakar seringkali memiliki kaidah lebih dari satu dan terdiri dari beberapa premis yang dihubungkan dengan AND atau OR. Pengetahuan mengenai premis dapat juga tidak pasti, hal ini dikarenakan besarnya nilai value CF yang diberikan oleh user saat menjawab pertanyaan sistem atas premis gejala yang dialami user atau dapat juga dari nilai CF hipotesa Ghozali & Eviyanti, 2016. CFR1,R2=CFR1+CFR2–[CFR1CFR2] ...1 Dimana CFR1,R2 certainty factor dari hipotesis R1 yang dipengaruhi oleh gejala evidenceR2. Besarnya CF berkisar antara -1 sampai dengan 1. Nilai -1 menunjukkan ketidakpercayaan mutlak, sedangkan nilai 1 menunjukkan keperceyaan mutlak. CFR1 R2 Nilai certainty factor kaidah yang nilainya melekat pada suatu kaidah/rule tertentu. C. Jaringan Lokal LAN Local Area Network biasa disingkat LAN adalah jaringan milik pribadi di dalam sebuah gedung atau kampus yang berukuran sampai beberapa kilometerSopandi, 2010. LAN sering digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer pribadi dan workstation dalam kantor suatu perusahaan untuk mempermudah komunikasi dan sharing data pada area lokal. Jaringan LAN ini memiliki beberapa topologi dalam pembangunannya Sofiana, 2015. D. PHP PHP hypertext Preprocessor adalah sebuah bahasa pemrograman skrip yang dirancang untuk membangun aplikasi web. Ketika dipanggil dari web browser, program yang ditulis dengan PHP akan di-parsing di dalam web server oleh interpreter PHP dan diterjemahkan ke dalam dokumen HTML, yang selanjutnya akan ditampilkan kembali ke web browser Raharjo, 2016. 3. METODE PENELITIAN Perancangan sistem pada penelitian ini menggunakan model Air Terjun waterfall. Waterfall model merupakan salah satu model proses perangkat lunak yang mengambil kegiatan proses dasar seperti spesifikasi, pengembangan, validasi dan evolusi dengan memresentasikannya sebagai fase-fase proses berbeda seperti analisis dan definisi persyaratan, perancangan perangkat lunak, implementasi dan pegujian unit, integrasi dan pengujian sistem, operasi dan pemeliharaan Pressman, 2012. Gambar 1. Metode Waterfall Pressman, 2012 4. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Sistem Sistem pakar untuk deteksi gangguan jaringan lokal ini menggunakan metode inferensi forward chaining penalaran maju dan teori faktor kepastian certainty factor sebagai metode komputasi. Dalam metode ini, user akan memilih gejala sesuai yang dialami jaringan yang digunakan, kemudian sistem akan mengecek satu per satu gejala yang dipilih user dengan rule di dalam database yang sesuai dengan inputan user tersebut. Sistem akan melakukan perhitungan dengan metode certainty factor sesuai dengan rule yang terpilih. Sistem akan memberikan output berupa jenis gangguan, gejala gangguan yang dipilih serta daftar perbaikan berdasarkan gejala yang dipilih oleh user. Untuk mendukung pembuatan sistem pakar ini, data mengenai gejala gangguan dan nilai bobot gejalanya diperoleh dari seorang pakar. Sehingga sistem ini dapat bekerja layaknya seorang pakar dan dapat membantu pendeteksian gangguan jaringan dengan lebih efisien. B. Perancangan Sistem Perancangan analisis sistem penerapan metode CF pada aplikasi pendeteksi gangguan ini menggunakan Unified Modeling Language UML. UML yang digunakan adalah Use Case dan Activity Diagram. Gambar 2. Use Case Diagram Aplikasi Pendeteksi Gangguan LAN Kegiatan yang dilakukan pakar pada sistem ini dimulai dari proses login. Kemudian mengelola data gejala dan data gangguan serta mengelola aturan rule. Kegiatan user yang dilakukan pada sistem ini dimulai dari user mengakses beranda. User dapat berkonsultasi tentang gejala yang terjadi pada jaringan dengan memilih gejala pada menu deteksi setelah itu mengklik button proses. Setelah itu user akan mendapatkan hasil konsultasi berupa hasil gangguan berdasarkan gejala yang dipilih serta solusi perbaikan. 62 Vol. 13, No. 2 September 2018 Informatika Mulawarman Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer DOI editors e-ISSN 2597-4963 dan p-ISSN 1858-4853 Gambar 3. Activity Diagram Admin Pendeteksi Gangguan Jaringan Lokal Pada Gambar 3 Activity Diagram Admin Pendeteksi Gangguan Jaringan Lokal ditunjukan bahwa ketika admin ingin mengakses halaman admin, maka harus melakukan login terlebih dahulu, apabila login berhasil maka admin akan diarahkan ke halaman administrator. Pada halaman administrator terdapat beberapa menu yang memerlukan aksi yang dilakukan oleh admin yaitu, menu kerusakan, menu gejala, menu basis pengetahuan dan menu admin sistem. Pada menu data gejala, admin dapat menambahkan gejala baru dengan menginput nama gejala dan nilai bobot kemudian disimpan. Admin juga dapat mengedit gejala serta menghapus gejala dari tabel gejala. Pada menu pengetahuan admin dapat menambah aturan rule baru dengan mengisi nama gangguan dan gejala yang sesuai dari gangguan tersebut beserta bobot gejalanya. Gambar 4. Activity Diagram User Pendeteksi Gangguan Jaringan Lokal Pada Gambar 4 Activity Diagram User Aplikasi Pendeteksi Gangguan Jaringan Lokal menunjukkan saat user mengakses website maka user akan diarahkan ke menu beranda. Pada halaman beranda, user dapat mengakses menu tentang sistem serta berkonsultasi pada menu deteksi. Di menu deteksi user dapat melakukan konsultasi dengan memilih gejala yang terjadi dari jaringan user, kemudian sistem akan memproses berdasarkan aturan dalam database dan mengkomputasi dengan metode certainty factor. Setelah diproses user akan mendapatkan output berupa gangguan yang terjadi pada jaringan user berdasarkan gejala yang telah dipilih serta solusi penanganan dari gangguan tersebut. Setiap jenis gangguan jaringan direpresentasikan dengan kode pada tabel 1 Tabel 1. Kode dan Deskripsi Kerusakan Fakta dan pengetahuan yang berhubungan dengan gejala gangguan jaringan akan digunakan dalam menarik kesimpulan dalam sistem pakar. Jenis-jenis gangguan jaringan memiliki gejala-gejala yang mengindikasikan suatu kerusakan berdasarkan pengetahuan dari pakar. Pengetahuan tersebut ditampilkan dalam bentuk tabel gejala dan bobot yang direpresentasikan pada tabel 2. Tabel 2 Representasi Gejala dan Bobot Kode Gejala Deskripsi Gejala Nilai Bobot G1 Pada network connection status cbale unplug G2 LAN Card pada PC bermasalah G3 Jaringan tidak konek G4 Indikator LED LAN mati G5 Koneksi jaringan tidak stabil G6 Koneksi jaringan dominan intermitten G7 Trafik jaringan cenderung lambat G8 Ping time/latency cenderung tinggi G9 Device tidak bisa di-ping G10 File/printer share tidak bisa di-explore G11 File/printer share statusnya offline G12 Driver file/printer share belum diinstall G13 Device file/printer share dalam keadaan mati G14 Aplikasi tidak bisa diakses G15 Aplikasi/service dalam keadaan mati G16 Aplikasi belum di-startup service G17 Konfigurasi IP address static G18 DHCP server tidak merespon Kode Kerusakan Deskripsi Kerusakan K1 Kabel LAN rusak K2 Ada collision di jaringan LAN K3 Bandwidth availibility kurang memadai K4 File/printer share dalam kondisi mati K5 File/printer share belum konek K6 File/printer share tidak terkonfigurasi dengan benar K7 Webservice dalam kondisi down/mati K8 Webservice belum startup K9 IP address conflict K10 Limited or no connectivity K11 Duplicate name on network K12 Port pada switch rusak K13 End user tidak bisa konek LAN K14 End user tidak bisa akses LAN setelah ganti device K15 Perangkat switch/router hank K16 Jaringan tidak konek setelah restart perangkat K17 Jaringan terputus pada waktu tertentu Informatika Mulawarman Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer Vol. 13, No. 2 September 2018 63 e-ISSN 2597-4963 dan p-ISSN 1858-4853 DOI editors Kode Gejala Deskripsi Gejala Nilai Bobot request G19 DHCP server tidak memberi alokasi IP G20 Terdapat nama komputer yang sama G21 Indikator LED pada switch mati G22 Switch manage tidak merespon G23 Switch manage/layer 2 status shutdown G24 Adanya kesalahan konfigurasi router/switch G25 Switch status lock terhadap mac address G26 Router/switch tidak merespon koneksi jaringan G27 Konfigurasi router/switch belum di-save G28 Ada kesalahan konfigurasi G29 Ada scheduler network activity pada router C. Perancangan Database Struktur tabel yang digunakan dalam pembuatan program ini dapat dilihat pada tabel-tabel ini 1. Tabel Admin Digunakan sebagai tempat penyimpanan data-data admin dalam aplikasi. Struktur tabel data admin ditunjukan pada Tabel 3 Struktur Tabel Data Admin. Tabel 3 Struktur Tabel Data Admin Field Name Data Type Field Size username Varchar 20 password Varchar 32 nama Varchar 30 2. Tabel Basis Pengetahuan Digunakan untuk menyimpan data-data vonis gangguan. Tabel 4 Struktur Tabel Basis Pengetahuan. Tabel 4 Struktur Tabel Basis Pengetahuan Field Name Data Type Field Size kode_pengetahuan int 11 kode_kerusakan int 11 kode_gejala int 11 bobot double 11,1 3. Tabel Gejala Digunakan untuk menyimpan data-data gejala gangguan. Tabel 5 Struktur Tabel Gejala Field Name Data Type Field Size kode_gejala int 11 nama_gejala Varchar 50 perbaikan Varchar 150 4. Tabel Hasil Digunakan untuk menyimpan data-data mengenai hasil kesimpulan gangguan. Tabel 6 Struktur Tabel Hasil Field Name Data Type Field Size id_hasil int 11 kode_kerusakan int 11 nilai double 11,4 5. Tabel Kerusakan Digunakan untuk menyimpan data mengenai kerusakan. Tabel 7 Struktur Tabel Kerusakan Field Name Data Type Field Size kode_kerusakan Int 11 nama_kerusakan Varchar 100 D. Implementasi dan Pengujian Sistem 1. Halaman BerandaHalaman Beranda adalah halaman utama yang pertama kali tampil ketika pengunjung mengakses aplikasi. Halaman ini adalah halaman depan ketika pengguna aplikasi belum melakukan proses login. Pada halaman ini diberikan menu tentang untuk melihat deskripsi aplikasi, menu deteksi untuk konsultasi mengenai gangguan jaringan lokal dan logim untuk memulai proses login. Halaman Beranda dapat dilihat dari Gambar 5. Gambar 5. Halaman Beranda 2. Halaman Deteksi Halaman Deteksi adalah halaman dimana pengguna dapat berkonsultasi mengenai gangguan yang jaringan lokal yang terjadi berdasarkan pilihan gejala yang dialami oleh user dan selanjutnya akan diproses menggunakan metode certainty factor. Halaman deteksi dapat dilihat pada Gambar 6. Gambar 6. Halaman Deteksi 64 Vol. 13, No. 2 September 2018 Informatika Mulawarman Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer DOI editors e-ISSN 2597-4963 dan p-ISSN 1858-4853 3. Halaman LoginHalaman Login adalah halaman dimana pengguna dapat masuk ke sistem sebagai admin untuk mengolah data gangguan. Di halaman login terdapat textbox untuk menginputkan username dan password untuk mengakses halaman admin. Halaman Login dapat dilihat pada Gambar 7. Gambar 7. Halaman Login 4. Halaman KerusakanHalaman ini dapat diakses oleh admin dan pada halaman ini admin dapat melihat, mengubah, menambahkan, atau menghapus data kerusakan gangguan jaringan.. Halaman Kerusakandapat dilihat pada Gambar 8. Gambar 8. Halaman Indikator dan Bobot 5. Halaman Gejala Halaman ini dapat diakses oleh admin dan pada halaman ini admin dapat melihat, mengubah, menambahkan, atau menghapus data gejala kerusakan jaringan. Halaman Gejala dapat dilihat pada Gambar 9. Gambar 9. Halaman Gejala 6. Halaman Basis PengetahuanHalaman ini dapat diakses oleh admin setelah melakukan login. Menu pengetahuan adalah menu yang menampilkan inferensi dari gejala-gejala yang menghasilkan kesimpulan berupa gangguan berdasarkan gejala yang terjadi. Halaman Basis Pengetahuan dapat dilihat pada Gambar 10. Gambar 10. Halaman Basis Pengetahuan 5. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian mengenai penerapan metode certainty factor CF pada aplikasi pendeteksi gangguan jaringan lokal, dapat diambil kesimpulan 1. Sistem pakar ini telah dibangun yang bekerja berdasarkan gejala yang dipilih user kemudian diproses oleh sistem sehingga menghasilkan output yaitu gejala yang dipilih, kesimpulan gangguan serta solusi penanganan gangguan. 2. Metode Certainty Factor dapat diimplementasikan pada aplikasi sistem pakar pendeteksi gangguan jaringan lokal dengan tingkat akurasi sebesar 92% dari nilai rata-rata certainty factor sebanyak 17 gangguan 6. DAFTAR PUSTAKA [1]. Budiharto, W. 2014. Artificial Intelligence. Yogyakarta ANDI. [2]. Ghozali, M. F., & Eviyanti, A. 2016. Sistem Pakar Diagnosis Dini Penyakit Leukemia Dengan Metode Certainty Factor. Kinetik, 13, 135–146. [3]. Kusrini. 2008. Aplikasi Sistem Pakar. Yogyakarta ANDI. [4]. Mulyanta, E. 2008. Pengenalan Protokol Jaringan Wireless Komputer. ANDI. [5]. Pressman, R. S. 2012. Rekayasa Perangkat Lunak jilid I. Yogyakarta Penerbit Andi. [6]. Raharjo, B. 2016. Modul Pemrograman Web. Bandung Modula. [7]. Sofiana, I. 2015. Membagun Jaringan Komputer. Bandung Informatika. [8]. Sopandi, D. 2010. Instalasi dan Konfigurasi Jaringan Komputer. Informatika, Ed.. Bandung. [9]. Sugeng, W. 2010. Jaringan Komputer dengan TCP/IP. Bandung Informatika. [10]. Sunarya, A., Santoso, S., & Sentanu, W. 2015. Sistem Pakar Untuk Mendiagnosa Gangguan Jaringan Lan. Creative Communication and Innovative Technology Journal, 82, 1–11. [11]. Suyanto. 2007. Artificial Intelligence Searching, Reasoning, Planning and Learning. Bandung Informatika. ... LAN digunakan untuk menghubungan server ke client untuk membagi data, komunikasi pada area local. LAN memiliki topologi dalam pembangunannya Hafshah et al., 2019. LAN memerlukan kabel penghubung untuk berbagi data, manajemen perangkat dan lain-lain dalam menjalankan software kabel tersebut UTP Unshiedled Twisted Pair Permana, 2014. ...Rizal MaulanaBiaya pelaksanaan Penilaian Akhir Semester PAS yang sangat besar dan tingginya kecurangan oleh peserta didik dalam pengerjaan soal ketika Penilaian Akhir Semester berlangsung, maka perlu dilakukan penelitian dengan metode Penelitian Tindakan Kelas Deskriptif Kualitatif, dengan mengimplementasikan pelaksanaan Penilaian Akhir Semester menggunakan sistem Computer Based Test CBT. Adapun hasil penelitian ini berjalan lancar dan biaya rendah.... Wujud koneksi jaringan komputer tersebut bisa lewat kabel ataupun tanpa kabel semacam serat optik, gelombang mikro, wireless, ataupun satelit. Salah satu tipe jaringan komputer yang kerap digunakan buat menghubungkan komputer-komputer individu serta workstation dalam kantor ataupun sesuatu organisasi, industri ataupun pabrik-pabrik buat konsumsi sumber energi bersama merupakan Local Area Network Hafshah et al., 2019. ... Irwansyah IrwansyahAde Davy WiranataTupan Tri MuryonoAgus BudiyantaraThe form of computer network connection can be via cable or wireless such as fiber optic, microwave, wireless, or satellite. One type of computer network that is often used to connect personal computers and workstations in an office or an organization, company or factory for the use of shared resources is a local area network. The purpose of this research is to analyze, design and create an application that can detect damage to Local Area Network LAN networks. The research method used is backward chaining. The results of this study are applications that can detect damage to local area networks using the web-based backward chaining method. With this expert system application, it can speed up and make it easier to detect damage to Local Area Network networks.... Karena banyak disalahgunakan untuk proses pencurian data dll, maka disebut cracker, sebenarnya berbeda dengan hacker, karena cracker sifatya cenderung lebih merusak sistem tersebut. Hafshah et al., 2019 Menyatakan adapun fungsi akses komputer jarak jauh yang bersifat global, yaitu untuk Pemeliharaan PC lain dan berbagi data. ...Fahlepi Roma DoniAfit Muhammad LukmanBudi SudrajatSeiring dengan berkembangnya teknologi informasi, terutama dengan semakin majunya teknologi aplikasi, infrastruktur dibidang komunikasi yang dapat mendukung terciptanya sistem atau aplikasi yang handal juga berkembang pesat. Teknologi yang digunakan memungkinkan untuk mengontrol komputer dari lokasi atau area yang berbeda menggunakan aplikasi akses jarak jauh, menggunakan aplikasi ini seolah-olah Anda berdiri di depan komputer yang dikendalikan dari satu lokasi lain, jangkauannya dapat mencapai tak terbatas di berbagai wilayah, lokasi, pulau, negara dan bahkan benua yang berbeda dapat terhubung satu sama lain. Perkembangan teknologi untuk mengakses perangkat dari berbagai daerah atau remote access setiap hari juga semakin berkembang, dan cakupannya semakin meluas, tidak hanya di satu wilayah bahkan bisa menjadi cakupan global yang dikenal dengan menggunakan internet, dengan fasilitas internet ini , untuk mengendalikan komputer pribadi dari berbagai wilayah yang dapat diakses dengan kemampuan remote access bahkan dapat menjangkau wilayah yang luas... Sistem pakar adalah sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer yang dirancang untuk memodelkan kemampuan menyelesaikan masalah seperti layaknya seorang pakar [6], [7]. Dengan sistem pakar ini, orang awam pun dapat menyelesaikan masalahnya atau hanya sekedar mencari suatu informasi berkualitas yang sebenarnya hanya dapat diperoleh dengan bantuan para ahli di bidangnya [8], [9]. Tujuan pengembangan sistem pakar sebenarnya bukan untuk menggantikan peran manusia, tetapi untuk mensubsitusikan pengetahuan manusia ke dalam bentuk sistem, sehingga dapat digunakan oleh orang banyak dalam penyusunanya, sistem pakar mengkombinasikan kaidah-kaidah penarikan kesimpulan inference rules dengan basis pengetahuan tertentu yang diberikan oleh satu atau lebih pakar dalam bidang tertentu [10], [11]. ...Masyuni HutasuhutTugiono TugionoAsyahri Hadi NasyuhaThe heart is one of the most important organs for humans that functions to pump oxygenated blood, the heart can experience problems, one of which is arrhythmia, arrhythmia is a heart rhythm disorder or pattern of rapid changes from a normal heart rate. Heart rhythm disturbances arrhythmias are patterns of rapid change from the normal heart rate. This becomes a problem when not handled properly and correctly because it can cause disruption of the heart's function, even in more severe cases it can cause sudden death. An expert system is one of the artificial intelligence of humans that studies how an expert thinks in solving a problem, making decisions or drawing conclusions from a number of facts. An expert system is a system that adopts the expertise of an expert that can be used to overcome certain problems, one of which is diagnosing arrhythmias. This study applies Certainty Factor analysis which can provide additional knowledge to the public, especially knowledge on heart disease. So that arrhythmia analysis with this certainty factor method can be applied to a system that helps the general public in preventing and overcoming heart rhythm disorders... Sistem Pakar adalah suatu sistem yang berbasiskan komputer yang memanfaatkan pengetahuan, fakta beserta tekhnik penalaran dari seorang pakar untuk memecahkan masalah pada bidang tertentu yang tidak dapat diselesaikan oleh orang awam [3]. Sistem pakar ini memberikan nilai lebih dari teknologi dalam bidang kesehatan pada penelitian ini sehingga dapat dijadikan alternatif kedua setelah dokter spesialis untuk pengambilan keputusan, yang pada dasarnya merupakan kondisi yang mungkin saja terjadi berdasarkan data yang akurat [4]. ... Deosa Putra CaniagoSumijanThe skin is the outer protective organ for humans. Skin is the most interacting layer with the environment. Interactions that occur are not always safe against bacteria, viruses, fungi and parasites, so they will cause harm. Poor interactions will result in skin diseases. This skin disease is often considered normal, but can be dangerous and deadly and contagious. Due to the natural conditions and lack of medical personnel, sufferers of skin diseases have problems in examining their skin diseases. So this research was conducted by using an Expert System Expert System to help sufferers of skin diseases and help get solutions to these diseases. The solution obtained from the symptoms felt by sufferers. The method used in this study is Forward Chaining FC and processed using the Certainty Factor CF Method. The results of this study can determine the right initial steps in dealing with infectious skin diseases. So this research is very helpful for sufferers in knowing the type of skin disease, the solution in its prevention and its prevention precisely.... Sistem Pakar adalah suatu sistem yang berbasiskan komputer yang memanfaatkan pengetahuan, fakta beserta tekhnik penalaran dari seorang pakar untuk memecahkan masalah pada bidang tertentu yang tidak dapat diselesaikan oleh orang awam [3]. Sistem pakar ini memberikan nilai lebih dari teknologi dalam bidang kesehatan pada penelitian ini sehingga dapat dijadikan alternatif kedua setelah dokter spesialis untuk pengambilan keputusan, yang pada dasarnya merupakan kondisi yang mungkin saja terjadi berdasarkan data yang akurat [4]. ...Kulit menjadi organ pelindung terluar bagi manusia yang paling sering berinteraksi, interaksi yang terjadi tidaklah selalu aman seperti interaksi pada bakteri, virus, jamur dan parasit. Interaksi yang buruk ini yang dapat menjadikan terjadinya penyakit kulit. Penyakit kulit sering kali dianggap lumrah terjadi, namun dalam beberapa kasus penyakit kulit dapat menjadi berbahaya dan mematikan , terlebih lagi penyakit kulit dapat menular. Kurangnya ketersediaan tenaga medis khususnya dokter spesialis penyakit kulit membuat penderita enggan dalam memeriksa kesehatan kulitnya. Dari permasalahan tersebut maka dibangunlah sebuah Sistem Pakar Expert System dalam membantu pasien menentukan jenis penyakit kulit dan penanganan yang tepat bagi penyakit tersebut dengan cepat berdasarkan gejala yang diarasakan oleh pasien tersebut. Dalam mendukung pembangunan aplikasi ini menggunakan Metode Forward Chaining FC untuk penelusuran dari gejala – gejala yang dirasakan pasien dalam bentuk pertanyaan, selanjutnya penelusuran tersebut akan diolah menggunakan Metode Certainty Factor CF untuk menentukan nilai keyakinan dari jenis penyakit kulit yang diderita oleh pasien. Hasil penelitian ini dapat menampilkan jenis penyakit kulit menular yang diderita oleh pasien, solusi dan penanganan pasien serta dilakukan perhitungan Algoritma Certainty Factor CF nilai keyakinan dari jenis penyakit kulit menular yang diderita. Dari hasil CF pasien penyakit kulit menular dapat menentukan langkah awal yang tepat dalam menangani penyakit kulit menular menggunakan aplikasi Sistem Pakar Penyakit Kulit Menular.... Penerapan Sistem Pakar tidak hanya digunakan dalam dunia medis saja, melainkan telah banyak digunakan dalam bidang-bidang lain, seperti digunakannya Sistem Pakar untuk melakukan pengidentifikasian terhadap kerusakan jaringan LAN Suyatno and Khairina, 2018, kerusakan perangkat CISCO Widjaja and Susilo, 2017, dan kerusakan notebook Jamal and Sukadi, 2015 serta Sistem Pakar juga dapat diterapkan dalam mendeteksi kerusakan Handphone dalam Sinaga, Hasugian and Manurung, 2018. Kemudian pengidentifikasian kerusakan perangkat sistem elektronik Wang et al., 2015 dan Sistem Pakar juga digunakan untuk mendiagnosis penyakit jambu biji Verawaty , Mesran, Suginam, 2017 serta diagnosis terhadap tanaman coklat Siti Hawa, Abdullah, 2015, selain itu Sistem Pakar juga digunakan dalam mengidentifikasi ikan yang terkontaminasi dengan formalin Hadini, 2017. ...Puji Sari Ramadhanp>Atopik Dermatis atau yang lebih dikenal dengan istilah Eksim Susu merupakan penyakit yang terjadi pada anak pada bagian kulit. Tingginya penyebaran penyakit ini terhadap bayi atau anak-anak, maka perlu melakukan antisipasi dengan cara membangun sebuah sistem yang mampu menghasilkan pengetahuan dan informasi tentang Atopik Dermatis, sehingga dapat mengurangi resiko penyebaran penyakit ini serta dapat sesegera mungkin untuk dapat dilakukan penanganan dini terhadap penderita. Sistem yang akan dibentuk adalah dengan cara memindahkan segala bentuk informasi dan pengetahuan tentang Atopik Dermatis ke dalam aplikasi diagnosis dengan menerapkan keilmuan Sistem Pakar yang menggunakan analisa Euclidean Probability . Penggunaan metode ini dalam melakukan diagnosis nantinya dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan dan kebaruan dalam penggunaan metode pada keilmuan sistem pakar dalam menghasilkan kesimpulan diagnosis. Selain itu dengan penerapan metode ini kedalam aplikasi diagnosis dapat membantu masyarakat luas dalam melakukan diagnosis tentang Atopik Dermatis, hal ini didasari dengan banyaknya penggunaan metode ini dalam penelitian sebelumnya, serta terlihat dari hasil pengujian yang telah dilakukan maka dapat diketahui bahwa Euclidean Probability menghasilkan nilai akurasi 100% dari data yang tervalidasi dan hasil diagnosis Euclidean Probability lebih optimal dibanding dengan teknik konvensional serta metode sistem pakar lainnya. Abstract Atopic Dermatitis, better known as Milk Eczema, is a disease that occurs in children on the skin. The high spread of this disease to infants or children, it is necessary to anticipate by building a system that can produce knowledge and information about Atopic Dermatitis, to reduce the risk of spreading this disease and early treatment for sufferers as soon as possible. The system that will be formed is by transferring all forms of information and knowledge about Atopic Dermatitis into the diagnosis application using Euclidean Probability analysis. The use of this method in making a diagnosis later can contribute to the development and novelty of the use of techniques in scientific expert systems in generating diagnosis conclusions. Also, by applying this method into the application of diagnosis can help the broader community in making a diagnosis of Atopic Dermatitis. This is based on the many uses of this method in previous studies, and it can be seen from the results of testing that Euclidean Probability produces an accuracy value of 100 % of validated data and the effects of Euclidean diagnosis Probability is more optimal compared to conventional techniques and other expert system methods.

indikator yang digunakan untuk mengetahui telah terjadi kerusakan pada jaringan